Masjid Quba memiliki tempat istimewa dalam sejarah Islam sebagai masjid pertama yang pernah dibangun, didirikan oleh Nabi Muhammad SAW segera setelah hijrahnya dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M. Catatan sejarah menyebutkan bahwa Nabi ikut meletakkan batu pertamanya dan memimpin salat pertama di sana setelah selesai dibangun.
Mengapa umat Muslim mengunjunginya
Sebuah hadis yang diriwayatkan dari Nabi menyebutkan keutamaan khusus salat di Masjid Quba, menyatakan bahwa mengerjakan dua rakaat di sana pahalanya setara dengan umrah — tradisi yang telah mendorong generasi umat Muslim menjadikan kunjungan ke sini sebagai bagian inti dari perjalanan mereka ke Madinah. Masjid ini terletak sekitar 3,5 kilometer di tenggara Masjid Nabawi dan biasanya menjadi salah satu tempat pertama yang dikunjungi wisatawan setelah Masjid Nabawi sendiri.
Jam kunjungan dan etika
Masjid Quba terbuka untuk pengunjung hampir sepanjang waktu kecuali saat waktu salat, dan tidak ada biaya masuk. Kunjungan pagi-pagi sekali atau setelah Ashar disarankan untuk menghindari keramaian, terutama selama musim Haji dan Umrah. Busana sopan diwajibkan: lengan dan kaki tertutup untuk semua orang, serta kerudung untuk perempuan. Perlu dicatat bahwa akses masuk khusus untuk umat Muslim, sesuai dengan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.
Fasilitas
Masjid ini dilengkapi fasilitas wudu modern, karpet salat, dan ruang terpisah untuk pria dan wanita, dengan perhatian penuh terhadap sensitivitas keagamaan dan budaya pengunjung dari seluruh dunia.
Tips praktis
Banyak pengunjung memadukan kunjungan ke Masjid Quba dengan Masjid al-Qiblatain yang berdekatan dalam satu perjalanan menggunakan taksi atau bus wisata, karena kedua tempat ini berjarak relatif dekat di dalam Madinah.