Perencanaan yang baik menghemat banyak waktu dan kerepotan saat mengunjungi Madinah, terutama pada musim ramai seperti Ramadan dan Haji. Berikut hal-hal praktis yang perlu diketahui.

Cara menuju Madinah

Madinah dapat dicapai langsung melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, atau melalui Kereta Cepat Haramain dari Jeddah atau Makkah. Jalur kereta ini membentang 450 kilometer antara Makkah dan Madinah melewati Jeddah, bandaranya, dan King Abdullah Economic City, dengan kecepatan hingga 300 km/jam, menjadikannya cara tercepat bepergian antara dua kota suci ini. Tiket dapat dipesan melalui situs resmi kereta Haramain atau aplikasi Nusuk yang digunakan jemaah haji dan umrah.

Aplikasi Nusuk dan izin Rawdah

Sejak 2025, semua pengunjung yang ingin salat di Rawdah (area suci di dalam Masjid Nabawi) harus mendapatkan izin melalui kode QR lewat aplikasi resmi Nusuk, yang dikelola Kementerian Haji dan Umrah. Aplikasi ini juga mengintegrasikan pemesanan tiket kereta Haramain langsung ke dalam perencanaan perjalanan, menjadikannya opsi paling lancar bagi siapa pun yang mendaftarkan izin umrahnya lewat aplikasi ini. Sangat disarankan memesan akomodasi dan transportasi melalui Nusuk atau penyedia berlisensi resmi untuk menghindari masalah terkait visa.

Berkeliling di dalam kota

Aplikasi ride-hailing seperti Uber dan Careem tersedia luas dan berfungsi baik di Madinah, menawarkan cara praktis berpindah antara hotel, Masjid Nabawi, dan situs bersejarah terdekat seperti Masjid Quba dan Gunung Uhud. Bus shuttle ber-AC khusus juga menghubungkan hotel-hotel terdekat dengan Masjid Nabawi selama musim ramai.

Tips praktis

Pesan tiket kereta Haramain sejauh mungkin sebelumnya — kursi cepat habis selama Ramadan dan Haji. Unduh aplikasi Nusuk sebelum bepergian dan pastikan semua izin yang diperlukan telah selesai, serta sediakan waktu ekstra di sekitar waktu salat, saat jalan-jalan di sekitar Masjid Nabawi mengalami kepadatan tinggi.