Kuala Lumpur didirikan pada 1857 ketika pemimpin lokal Raja Abdullah mengirim sekelompok penambang timah asal Tionghoa ke titik pertemuan sungai, tempat mereka menemukan endapan timah yang kaya. Permukiman kecil ini melewati tahun-tahun awal yang berat, penuh kebakaran, wabah penyakit, dan konflik antar-kelompok, namun perlahan tumbuh menjadi pusat perdagangan dan administrasi penting, hingga resmi menjadi ibu kota Malaysia setelah kemerdekaan pada 1957.