Kuwait adalah kota akhir pekan yang diremehkan: Hari 1 — pagi di Menara Kuwait (bola pandangnya baru direnovasi), lanjut Souq Al-Mubarakiya untuk makan siang machboos di gang kuliner tuanya, sore Grand Mosque (tur gratis mengesankan) dan Museum Nasional, malam corniche Teluk dengan es krim khasnya. Hari 2 — Al Shaheed Park pagi (taman terindah Teluk), The Avenues untuk pecinta mal (salah satu terbesar di kawasan), atau Pulau Failaka bagi yang ingin sejarah + feri.
Kuwait bukan kota atraksi raksasa — pesonanya di ritme: souq yang masih asli, kuliner Teluk paling dibanggakan (dari mutabbaq zubaidi hingga darabeel), dan corniche panjang yang hidup selepas ashar.
FAQ — Pertanyaan Umum
Apa yang wajib dimakan?
Machboos zubaidi (ikan bawal khas), mutabbaq samak, dan sarapan Kuwait di Mubarakiya (telur nakhi bajilla, roti khubz hangat) — plus darabeel dan gers ogaily untuk manisnya.
Kapan waktu terbaik berkunjung?
November–April; musim dingin Kuwait sempurna untuk corniche dan taman. Hindari puncak panas Juni–Agustus kecuali rencana Anda mal-ke-mal.
Cukup dua hari?
Untuk inti kota: ya. Tambah hari ketiga untuk Failaka atau JACC (opera house) bila ada pertunjukan.
Bagaimana transportasi?
Taksi aplikasi (Careem) praktis dan murah antar titik; kota menyebar — jalan kaki hanya nyaman di dalam kawasan (souq, corniche).
