Tiga hari benar-benar cukup untuk mencakup hal-hal utama di Kuwait City tanpa terburu-buru. Itinerary ini disusun secara geografis untuk meminimalkan perjalanan bolak-balik, cocok untuk pengunjung pertama kali yang ingin melihat kota lama sekaligus kota modern.
Hari 1 dimulai di Kuwait Towers, landmark paling ikonik negara ini, resmi dibuka pada 1979 dan masih menjadi simbol visual kota. Menara utama setinggi 187 meter, di puncaknya terdapat bola berisi dek observasi dan restoran berputar dengan pemandangan 360 derajat ke Teluk dan cakrawala kota; menara tengah (147 meter) adalah menara air yang masih berfungsi, dan menara terkecil (113 meter) untuk penerangan. Tiket dek observasi seharga KD 3 untuk dewasa — datanglah sore hari agar bisa menikmati pemandangan siang sekaligus senja. Dari sana, susuri Gulf Road menuju Masjid Agung, masjid terbesar di Kuwait, yang menyelenggarakan tur berpemandu gratis untuk pengunjung non-Muslim pada hari kerja (Minggu-Kamis) pukul 9-11 pagi dan 4-6 sore — telepon minimal sehari sebelumnya untuk memesan, dan perhatikan bahwa tidak ada tur di akhir pekan. Jubah dan kerudung disediakan bagi perempuan yang memerlukannya. Tutup hari di Souq Al-Mubarakiya, pasar tertua Kuwait yang berusia lebih dari 200 tahun dan dulunya pusat perdagangan utama kota sebelum minyak ditemukan. Jelajahi kios emas, rempah, parfum, dan kurma, lalu makan malam di salah satu kedai kopi tradisional dekat Masjid Laut, tempat teh dan kopi masih diseduh di atas bara arang dengan suasana lokal yang kental.
Hari 2 adalah sisi modern dan ramah keluarga dari kota ini. Mulai di The Avenues, mal terbesar di Kuwait dan salah satu yang terbesar di kawasan, dengan luas total sekitar 1,2 juta meter persegi dan lebih dari 1.400 toko yang tersebar di 16 distrik bertema — luangkan setidaknya setengah hari, karena tempat ini adalah pengalaman tersendiri, memadukan lorong bergaya souq beratap dengan gerai merek internasional. Setelah makan siang di sana, menuju Salmiya untuk mengunjungi Kuwait Scientific Center, yang memiliki akuarium besar, Discovery Place, dan bioskop IMAX; tiket masuk umum yang mencakup beberapa bagian sekitar KD 6. Pastikan mengecek jam operasional hari itu karena bervariasi — pagi dan malam Sabtu hingga Rabu, dengan jam berbeda pada Kamis dan Jumat.
Hari 3 bersifat opsional dan lebih fleksibel, ideal untuk pendalaman budaya atau waktu belanja tambahan. Kunjungi Sadu House, bangunan warisan yang didedikasikan untuk tenun Badui tradisional (sadu), buka Sabtu-Kamis pukul 8-13 dan 17-19, lalu Museum Tareq Rajab untuk Seni Islam yang tak jauh di Jabriya, menyimpan koleksi artefak Islam langka (KD 3 untuk dewasa, KD 1,5 untuk di bawah 18 tahun, gratis untuk di bawah 6 tahun — tiket yang sama berlaku untuk museum kaligrafi Islamnya). Akhiri perjalanan dengan malam yang tenang di Al Shaheed Park atau Green Island di sepanjang Gulf Road, sebuah pulau buatan kecil dengan taman, pemandangan laut, dan biaya masuk simbolis — tempat yang menyenangkan untuk bersantai sebelum meninggalkan Kuwait.