Observatorium Kuno Beijing berdiri di No. 2 Gang Dongbiaobei, kawasan Jianguomen, Distrik Dongcheng. Dibangun pada 1442 pada masa Dinasti Ming, observatorium ini kemudian diperluas pada masa Dinasti Qing, yang melengkapinya dengan instrumen yang lebih presisi rancangan misionaris Jesuit Eropa pada 1644. Observatorium ini termasuk yang tertua di dunia, mendahului berdirinya Observatorium Greenwich di Inggris hampir dua abad. Observatorium ini berdiri di atas platform berukuran 40 x 40 meter pada menara bata setinggi 15 meter, sisa dari tembok kota Beijing era Dinasti Ming. Area seluas 10.000 meter persegi ini memajang instrumen astronomi perunggu asli seperti bola armiler, globe langit, jam matahari, dan armila ekuator, yang semuanya pernah digunakan untuk mengamati gerhana, komet, serta posisi bintang dan planet. Pengunjung senang naik ke atap menara untuk melihat dari dekat instrumen perunggu berhias indah ini dengan latar belakang cakrawala modern Beijing — kontras mencolok antara astronomi kuno dan gedung pencakar langit di sekitarnya.