Daya tarik Trabzon tersebar antara gunung dan laut, sehingga cara terbaik menjelajahi kota ini adalah dengan itinerary yang seimbang antara pusat kota bersejarah, ekskursi gunung yang lebih jauh, dan garis pantai. Berikut rencana empat hari yang disarankan, mudah diperpanjang atau dipersingkat sesuai waktu yang Anda miliki.
Hari 1: Beradaptasi, pusat kota, dan Boztepe. Setelah tiba, habiskan hari pertama menjelajahi pusat Trabzon dengan berjalan kaki: Lapangan Atatürk (Meydan), jalan belanja pejalan kaki Kunduracılar Caddesi, dan Hagia Sophia Trabzon, yang dibangun antara tahun 1238 dan 1263, yang masih menyimpan lukisan dinding Bizantium langka meski kemudian diubah menjadi masjid. Pada sore hari, menuju Bukit Boztepe, sekitar 3 km tenggara pusat kota, yang dapat dicapai dengan kereta gantung (teleferik) yang naik langsung dari area pesisir ke puncak bukit — perjalanan singkat yang menawarkan pemandangan udara pelabuhan dan atap-atap kota. Puncaknya sendiri buka 24 jam, gratis masuk, dan memiliki air mancur serta Masjid Ahi Evren Dede, dibangun di lokasi gereja tua, bersama kafe-kafe yang menghadap Laut Hitam — tempat sempurna untuk menikmati matahari terbenam.
Hari 2: Biara Sümela dan Taman Nasional Altındere. Biara Sümela (juga dikenal sebagai Biara Bunda Maria) adalah salah satu landmark paling terkenal di kawasan Laut Hitam, terletak di distrik Maçka sekitar 46 km selatan Trabzon (kira-kira satu jam berkendara). Didirikan sekitar tahun 386 M oleh dua biarawan Ortodoks Yunani, Barnabas dan Sophronios, biara ini dibangun langsung di dinding tebing yang hampir vertikal pada ketinggian 1.200 meter, menghadap Lembah Altındere di dalam taman nasional dengan nama yang sama. Sekitar setengah juta orang mengunjunginya setiap tahun untuk melihat lukisan dinding religiusnya, perpustakaan kuno, dan mata air yang terkait dengan legenda setempat. Datanglah lebih awal untuk menghindari keramaian, dan kenakan sepatu jalan yang layak, karena mencapai biara melibatkan tangga dan tanjakan. Habiskan sisa hari menjelajahi taman nasional sekitarnya, dengan hutan lebat dan sungai pegunungannya.
Hari 3: Danau Uzungöl. Dedikasikan seluruh hari ini untuk Uzungöl ("Danau Panjang"), terletak di distrik Çaykara sekitar 99 km dari pusat Trabzon, perjalanan sekitar 1,5 hingga 2 jam. Danau ini dikelilingi oleh pegunungan hijau berhutan lebat dan desa-desa bergaya kayu tradisional, dan terkenal dengan restoran yang mengkhususkan diri pada ikan trout segar tangkapan lokal, masjid kecil di tepi danau, dan dek pengamatan di sepanjang tepian. Habiskan waktu Anda dengan berjalan santai di tepi danau, menyeruput teh Turki di kafe tepi air, atau bahkan naik perahu singkat. Perjalanan itu sendiri, melewati lembah pegunungan hijau, layak untuk beberapa kali berhenti mengambil foto.
Hari 4: Jalan pesisir dan perpisahan. Sisakan pagi terakhir untuk jalan pesisir yang membentang di sepanjang Laut Hitam, di mana Anda dapat berhenti di kebun teh yang menghadap air, mencoba hamsi (ikan teri Laut Hitam) yang terkenal di restoran pesisir jika sedang musimnya (akhir musim gugur hingga awal musim semi), atau mencicipi hidangan khas Laut Hitam lainnya seperti kuymak (hidangan tepung jagung, mentega, dan keju lokal yang kaya) sebagai sarapan yang mengenyangkan. Jika masih ada waktu, kunjungi Taman Botani Trabzon atau salah satu pasar lokal untuk oleh-oleh terakhir — terutama hazelnut khas kawasan ini yang terkenal di dunia, teh lokal kemasan, dan manisan tradisional seperti pestil dan köme.
Itinerary ini menyeimbangkan sejarah Bizantium di jantung kota, alam pegunungan yang menakjubkan, dan garis pantai Laut Hitam yang terbuka, dan cocok untuk keluarga, pasangan, maupun kelompok. Jika Anda punya waktu lebih, pertimbangkan menambah hari kelima untuk mengunjungi salah satu dataran tinggi (yayla), seperti Hıdırnebi, atau Danau Sera yang dekat dengan kota.