Muscat, ibu kota Oman, adalah kota pesisir yang membentang di antara Pegunungan Al Hajar yang gersang dan Teluk Oman, memadukan arsitektur Oman tradisional — rumah putih rendah dan masjid berkubah — dengan infrastruktur wisata modern. Sebelum memesan, berikut hal-hal dasarnya.
Masuk: tanpa visa, cukup KTP
Warga negara Saudi, seperti seluruh warga GCC, masuk ke Oman tanpa visa — kartu identitas nasional saja cukup di Bandara Internasional Muscat atau perbatasan darat mana pun, tanpa pendaftaran sebelumnya. Ini berlaku bagi anggota keluarga warga GCC, meski anak yang bepergian hanya dengan salah satu orang tua sebaiknya membawa bukti hubungan keluarga atau kartu identitas yang berlaku. Penduduk non-GCC di Saudi memerlukan e-visa Oman terpisah yang diurus sebelumnya.
Kapan sebaiknya berkunjung
Berbeda dari Salalah, Muscat tidak mendapat manfaat dari Khareef — musim panasnya (Mei-September) jelas panas dan lembap. Waktu terbaik berkunjung adalah Oktober hingga April, saat siang hari nyaman dan malam sejuk — ini juga musim puncak wisata, jadi harga lebih tinggi dan pemesanan awal diperlukan, terutama Desember dan Januari. Jika Anda tidak keberatan dengan panas, musim panas menawarkan hotel yang nyaris kosong dan diskon besar.
Mata uang dan biaya
Mata uang Oman adalah Rial Oman (OMR), dipatok tetap terhadap dolar AS sejak 1986 pada sekitar 1 OMR ≈ 2,6008 USD. Muscat sedikit lebih mahal daripada Salalah untuk akomodasi dan restoran kelas atas, tetapi masih wajar dibanding kota seperti Dubai. Makan di restoran menengah berkisar 4-7 OMR, dan kamar hotel bintang 4 mulai dari 40-55 OMR per malam.
Transportasi
Muscat adalah kota yang sangat memanjang (lebih dari 50 km dari ujung timur lama hingga Qurum dan Al Mouj modern), sehingga berkeliling tanpa mobil sangat sulit. Menyewa mobil di bandara adalah pilihan terbaik, meski aplikasi transportasi seperti Uber dan Mwasalat juga tersedia sebagai alternatif nyaman tanpa perlu menyetir sendiri. Kartu SIM lokal (Omantel atau Ooredoo) mudah dibeli langsung di bandara dengan kartu identitas.
Tips terakhir: jadwalkan kunjungan ke Masjid Agung (Masjid Agung Sultan Qaboos) di hari pertama perjalanan — jam kunjungan non-Muslim terbatas pada pagi hari, Sabtu hingga Kamis saja (sekitar jam 8-11 pagi), dan tutup pada hari Jumat, jadi menyusun hari pertama di sekitar jadwal ini menghindarkan Anda dari bentrok dengan sisa itinerary.