Paris bisa dijelajahi dalam dua hari, tetapi benar-benar dinikmati dalam tiga hari. Itinerary ini menghubungkan empat landmark utama secara geografis dan logis — dan perlu dicatat bahwa Notre-Dame kembali dibuka untuk pengunjung pada Desember 2024 setelah restorasi lima tahun pasca kebakaran 2019, dengan menara-menaranya dibuka kembali untuk umum pada September 2025, menjadikannya kembali sebagai destinasi inti dalam perjalanan ke Paris.
Hari 1: Menara Eiffel dan sekitarnya. Mulailah pagi-pagi (sebelum pukul 9) untuk menghindari keramaian, dan pesan tiket naik menara secara daring beberapa minggu sebelumnya — slot walk-in cepat habis, terutama di musim panas. Naik ke lantai dua sudah cukup bagi kebanyakan pengunjung dan jauh lebih sepi dibanding puncak menara. Setelahnya, berjalanlah di taman Trocadéro yang berhadapan dengan menara untuk foto panorama terbaik, lalu makan siang di jalan-jalan sekitarnya. Sore harinya, seberangi Sungai Seine dengan jalan kaki atau metro menuju Champ de Mars untuk beristirahat, atau naik kapal wisata singkat (Bateaux-Mouches) untuk melihat Paris dari air — satu jam yang layak dihabiskan.
Hari 2: Louvre, Taman Tuileries, dan Champs-Élysées. Louvre adalah museum seni terbesar di dunia dan memerlukan rencana; jangan mencoba melihat semuanya — pilih rute tertentu (Mona Lisa, Venus de Milo, sayap Mesir) dan pesan tiket secara daring untuk menghindari antrean yang bisa mencapai dua jam di musim ramai. Louvre tutup setiap hari Selasa, jadi periksa tanggal sebelum merencanakan. Sore harinya, berjalan melalui Taman Tuileries yang elegan menuju Place de la Concorde, lalu naik ke Champs-Élysées — dijuluki "jalan terindah di dunia" — hingga ke Arc de Triomphe, yang puncaknya menawarkan pemandangan kota berbeda termasuk Menara Eiffel itu sendiri.
Hari 3: Notre-Dame, Latin Quarter, dan Île de la Cité. Mulailah dengan mengunjungi Katedral Notre-Dame yang telah direstorasi, salah satu contoh arsitektur Gotik terbaik di Eropa; masuknya gratis tetapi disarankan memesan slot waktu daring terlebih dahulu untuk mengatur kepadatan pengunjung. Setelahnya, jelajahi pulau kecil Île de la Cité, rumah bagi pasar bunga lama dan Sainte-Chapelle yang menakjubkan dengan kaca patrinya, lalu menyeberang ke Latin Quarter di dekatnya untuk berkeliling di antara toko buku tua dan kafe pinggir jalan, serta mengunjungi Taman Luxembourg jika waktu memungkinkan.
Tips praktis: beli Paris Museum Pass jika Anda mengunjungi lebih dari dua atau tiga museum — ini menghemat uang dan memungkinkan melewati beberapa antrean. Metro sebenarnya adalah cara tercepat berpindah antara empat landmark ini; jalur 1, 4, dan 6 mencakup sebagian besar rute ini. Bawa sepatu yang nyaman, karena jalan kaki harian sering melebihi 10 kilometer. Terakhir, hindari menjejalkan terlalu banyak destinasi tambahan — Paris memberi imbalan bagi yang berjalan santai, bukan berlari di antara titik-titik wisata.