Sharm El Sheikh dulunya hanyalah desa nelayan Badui yang sederhana, sebelum berubah dalam beberapa dekade terakhir menjadi salah satu destinasi wisata utama di Laut Merah berkat terumbu karangnya yang langka. Kota ini telah menjadi tuan rumah puluhan pertemuan puncak dan konferensi internasional, sehingga dijuluki "Kota Perdamaian".