Shenzhen bukan sekadar kota persinggahan dalam perjalanan Anda ke Tiongkok — kota ini adalah destinasi tersendiri yang layak direncanakan secara terpisah, karena berbeda dari Beijing atau Xi'an dalam hampir segala hal. Ini kota muda, usia pembangunannya belum genap empat dekade, tanpa tembok kuno, tetapi memiliki cakrawala gedung pencakar langit dan taman tepi laut yang sulit ditemukan di tempat lain dengan kepadatan seperti ini. Sebelum memesan, pertanyaan pertama adalah waktu. Jendela terbaik untuk berkunjung adalah Oktober hingga Maret, saat kelembapan dan suhu turun cukup untuk berjalan kaki seharian dengan nyaman, dan risiko topan musiman yang bisa melanda pesisir selatan antara Juni-Agustus jauh lebih rendah. Musim panas di Shenzhen benar-benar panas dan lembap, sering di atas 30°C dengan kelembapan yang menyesakkan sehingga wisata luar ruangan melelahkan, sementara musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (Oktober-November) menawarkan keseimbangan terbaik antara cuaca menyenangkan dan keramaian yang lebih sedikit.
Cara tiba di sana lebih mudah dari yang dibayangkan banyak orang: China Southern Airlines mengoperasikan penerbangan langsung dari Riyadh ke Bandara Internasional Shenzhen Bao'an, pilihan praktis jika Anda ingin menghindari transit di kota ketiga. Dari Jeddah, penerbangan biasanya transit melalui Riyadh, Guangzhou, atau Hong Kong. Jika Anda berencana mengunjungi Hong Kong dalam perjalanan yang sama, perbatasan daratnya sangat dekat lewat pos seperti Futian atau Luohu, sehingga menggabungkan kedua kota dalam satu perjalanan menjadi hal yang umum dan mudah secara logistik.
Soal visa — poin yang wajib dipastikan sebelum memesan — sejak Juni 2025 Tiongkok memperpanjang pembebasan visa sepihak bagi pemegang paspor biasa Arab Saudi hingga akhir Desember 2026, memungkinkan masuk untuk wisata, bisnis, kunjungan keluarga, dan transit hingga 30 hari per kunjungan tanpa visa terlebih dahulu. Pembebasan ini juga berlaku bagi warga negara Bahrain, Kuwait, dan Oman dalam kebijakan uji coba yang sama. Meski begitu, selalu periksa situs resmi Kedutaan Besar Tiongkok di Riyadh tepat sebelum keberangkatan, karena kebijakan ini bisa berubah.
Berkeliling di dalam kota relatif mudah berkat jaringan MRT modern dan luas yang mencakup sebagian besar distrik wisata dan komersial, dengan tarif jauh lebih murah dibanding ibu kota-ibu kota Teluk. Aplikasi Didi (versi Uber dari Tiongkok) berfungsi efisien dan menerima kartu kredit asing, menjadikannya pilihan terbaik jika Anda tidak bisa membaca aksara Tiongkok. Untuk perjalanan antarkota, kereta cepat dari stasiun Futian mencapai Guangzhou atau Hong Kong hanya dalam hitungan menit.
Soal pembayaran, Tiongkok saat ini hampir sepenuhnya nirtunai — sebagian besar transaksi dilakukan lewat Alipay atau WeChat Pay dengan memindai kode QR. Kabar baiknya, kedua aplikasi kini memungkinkan penautan langsung kartu Visa dan Mastercard asing, dan bank sentral Tiongkok telah menaikkan batas transaksi tunggal bagi wisatawan asing terverifikasi menjadi sekitar 5.000 dolar AS, dengan biaya transfer dibebaskan untuk transaksi di bawah 200 yuan. Sangat disarankan menyiapkan salah satu aplikasi ini sebelum berangkat atau segera setelah tiba di bandara, karena mengandalkan uang tunai saja akan membuat belanja dan transportasi jauh lebih sulit.
Untuk akses internet, sebagian besar wisatawan saat ini menyarankan membeli eSIM internasional sebelum perjalanan alih-alih mencoba menggunakan VPN, karena data roaming eSIM tidak melewati "Great Firewall" Tiongkok yang memblokir Google, WhatsApp, Instagram, dan sebagian besar situs Barat — sehingga Anda tetap terhubung ke aplikasi biasa tanpa repot teknis atau masalah hukum.
Dari segi anggaran, Shenzhen relatif lebih murah dibanding kota-kota Tiongkok lainnya: wisatawan hemat bisa hidup dengan sekitar 200-350 SAR per hari (hotel murah, transportasi umum, makanan lokal), sementara wisatawan menengah membutuhkan sekitar 450-800 SAR per hari untuk hotel bintang 3-4, restoran yang lebih baik, dan transportasi pribadi. Keberadaan Masjid Shenzhen yang besar di distrik Futian, dengan beberapa restoran halal di dekatnya, membuat menginap di sana nyaman bagi wisatawan Teluk dari segi makanan dan salat.