Tanyakan pada warga Arab mana pun yang tinggal atau berkunjung di Guangzhou tentang restoran Yaman tertua di kota ini, jawabannya hampir selalu sama: Restoran Saba. Dibuka pada tahun 2000, restoran ini tak pernah sekadar menjadi tempat makan — selama bertahun-tahun ia berkembang menjadi tonggak yang merepresentasikan keberadaan komunitas Arab di Tiongkok selatan, dan menjadi salah satu restoran Yaman pertama yang dibuka di kawasan ini, saat komunitas Arab di Guangzhou masih dalam tahap awal.

Restoran ini berlokasi di Blok C Gedung Tianxiu, di Jalan Huanshi Tengah, Distrik Yuexiu — kawasan yang dikenal dengan kepadatan toko dan restoran Arab serta Afrika, dan menjadi salah satu distrik yang paling sering dikunjungi pedagang Teluk dan Arab yang datang ke pasar-pasar Guangzhou untuk berbelanja dan mengurus bisnis impor. Menemukan restoran ini bukan hal sulit, karena pemilik toko Arab mana pun di kawasan tersebut dapat langsung menunjukkan arahnya.

Dari sisi kuliner, Saba menyajikan hidangan Yaman dan Arab otentik dengan cita rasa rumahan, yang paling menonjol adalah berbagai jenis mandi — daging kambing dan ayam — bersama makfoul dan madhbi, ditambah panggangan khas Yaman yang secara tradisional dimasak di atas batu atau arang untuk mempertahankan cita rasa khasnya. Menunya tidak terbatas pada hidangan utama saja; juga mencakup hidangan pembuka Timur Tengah tradisional dan makanan penutup khas Yaman dan Arab, serta minuman hangat seperti teh susu dan kopi ala Yaman yang sudah menjadi kebiasaan banyak pengunjung tetap.

Restoran ini memiliki suasana sederhana dan kekeluargaan, lebih mirip warung makan rakyat di Yaman dan Teluk ketimbang restoran mewah, menjadikannya destinasi yang nyaman bagi siapa pun yang merindukan hidangan hangat ala rumah, jauh dari hiruk pikuk masakan Tiongkok — terutama cocok untuk keluarga dan rombongan yang lebih suka duduk lebih lama dan berbagi satu nampan mandi bersama-sama, sejalan dengan semangat kebersamaan yang dikenal dari hidangan ini.

Saba sangat cocok bagi pedagang dan pelancong yang menghabiskan waktu di Guangzhou untuk urusan impor dan belanja, menawarkan makanan halal yang dapat diandalkan dengan cita rasa akrab yang terasa seperti restoran di kampung halaman, entah di Jeddah, Riyadh, atau Sanaa — hal yang sangat berarti ketika menjalani hari-hari panjang jauh dari rumah. Restoran ini juga cocok untuk keluarga wisatawan yang ingin menikmati hidangan Arab otentik tanpa harus mencoba-coba masakan lokal yang asing.

Beberapa tips praktis bagi pengunjung Teluk: sebaiknya datang sedikit lebih awal saat jam sibuk makan siang dan makan malam untuk menghindari keramaian, karena restoran ini menyambut banyak pelanggan Arab setiap harinya. Disarankan juga untuk menghubungi lebih dulu atau mengecek halaman media sosial mereka jika ingin memesan meja untuk rombongan besar, karena mandi terkadang disiapkan dalam jumlah yang membutuhkan waktu. Karena kawasan sekitarnya ramai dengan aktivitas perdagangan, sebaiknya luangkan waktu yang cukup untuk makan tanpa terburu-buru, dan manfaatkan toko-toko Arab terdekat untuk urusan lain dalam perjalanan yang sama.

Dalam konteks yang lebih luas, Distrik Yuexiu — khususnya kawasan Jalan Huanshi Tengah dan sekitarnya — merupakan jantung denyut komunitas Arab di Guangzhou, tempat berdirinya puluhan restoran, kafe, dan toko yang dikelola oleh warga Arab dari berbagai kebangsaan. Berkat sejarahnya yang panjang, Restoran Saba dianggap sebagai salah satu perintis yang membantu membangun keberadaan komunitas Arab ini, dan hingga kini tetap menjadi titik awal yang diandalkan banyak pendatang baru untuk mengenal kota ini dan komunitas Arabnya sebelum menjelajahi pilihan lain yang tersedia.

Perlu dicatat bahwa menjamurnya restoran Yaman dan Arab di kawasan ini membuat pengunjung baru mudah menemukan pilihan sesuai selera dan anggaran, namun Saba tetap memiliki keunggulan kompetitif yang dibangun dari kepercayaan yang terkumpul selama lebih dari dua dekade melayani komunitas yang sama — inilah yang menjelaskan mengapa banyak warga senior dan pedagang lama tetap memilihnya secara khusus, meski kini tersedia banyak pilihan lain di kawasan tersebut.