Banyak wisatawan Muslim terkejut mengetahui bahwa Guangzhou, kota pesisir Tiongkok yang jauh dari Xinjiang atau barat laut, memiliki salah satu komunitas Muslim tertua dan terbesar di Tiongkok. Alasannya bersifat historis: Guangzhou adalah pelabuhan utama Jalur Sutra Maritim selama berabad-abad, dan pedagang Muslim Arab serta Persia menetap di sini sejak Dinasti Tang — sekitar 1.400 tahun lalu, mendahului keberadaan Muslim yang terdokumentasi di Beijing atau Xi'an.

Masjid Huaisheng: jantung simbolis

Masjid Huaisheng (juga dikenal sebagai "Masjid Mercusuar" atau Masjid Agung Canton) menurut tradisi didirikan sekitar tahun 627 M oleh seorang sahabat Nabi ﷺ yang datang melalui laut untuk menyebarkan Islam di Tiongkok, menjadikannya salah satu masjid tertua di dunia. Masjid ini tetap aktif dengan salat Jumat dan jemaah harian, dan menaranya yang berbentuk kerucut putih menjadi penanda khas di distrik Yuexiu. Kunjungi di luar waktu salat sebagai wisatawan, atau ikut salat jika Anda muslim yang taat, dengan berpakaian sopan.

Xiaobei: tempat sesungguhnya untuk makan

Beberapa kilometer dari sana, Xiaobei adalah "kampung Muslim" praktis kota ini saat ini. Sebagian besar penduduknya berasal dari Xinjiang (Uighur), Gansu, Ningxia, dan Yunnan (Hui), ditambah komunitas pedagang Muslim Afrika besar yang menetap di sini selama dua dekade terakhir. Hasilnya adalah perpaduan langka: kedai mi tarik tangan Hui (lamian), restoran Uighur yang menyajikan sate domba panggang dan polo (nasi kambing), rumah makan biryani dan kari Pakistan, bahkan tempat nasi jollof Afrika Barat, semuanya dalam jarak jalan kaki satu sama lain.

Cara mengenali restoran halal yang tepercaya

Cari aksara Tionghoa 清真 (qīngzhēn, secara harfiah "murni dan benar," istilah standar Tiongkok untuk "halal"), sering disertai simbol bulan sabit atau tulisan Arab. Restoran yang dikelola keluarga Muslim Hui turun-temurun menampilkan tanda ini secara resmi dan diawasi otoritas setempat. Berhati-hatilah terhadap restoran "makanan Islam" di tempat lain di Tiongkok yang tidak memiliki penanda resmi ini, yang mungkin mencampur item non-halal dalam menunya; tetaplah di kawasan Xiaobei atau restoran yang terverifikasi lewat aplikasi seperti HalalTrip atau ulasan komunitas Muslim setempat.

Tips praktis

Sebagian besar restoran Xiaobei tutup relatif awal (sekitar pukul 21-22), jadi jangan menunda makan malam terlalu lama. Bahasa bisa jadi kendala — unduh aplikasi terjemahan berbasis kamera untuk membaca menu. Harga sangat terjangkau dibanding restoran turis di pusat kota, dan semangkuk makanan mengenyangkan sering tidak lebih dari SAR 25-35 per orang. Jika menginap lebih dari beberapa hari, tanyakan di masjid tentang pasar daging halal terdekat jika ingin memasak sendiri — beberapa apartemen servis di kawasan ini punya dapur kecil.

Perpaduan masjid berusia 1.400 tahun dengan kampung modern yang benar-benar multinasional ini menjadikan Guangzhou salah satu kota Tiongkok paling ramah halal bagi wisatawan Muslim yang menginginkan makanan halal sungguhan tanpa kompromi.