Sekitar satu jam dari hiruk-pikuk pusat kota Guangzhou, tersembunyi di desa Zeni yang tenang di Kecamatan Shawan, Distrik Panyu, Taman Baomo berdiri sebagai salah satu taman tradisional terbaik yang masih bertahan di Tiongkok selatan. Taman ini bukan sekadar ruang hijau rekreasi — awalnya didirikan pada akhir Dinasti Qing untuk mengenang Bao Zheng, hakim dan pejabat terkenal yang hidup dari tahun 999 hingga 1062 dan dikenal karena integritasnya yang luar biasa serta perlawanannya yang gigih terhadap korupsi, sampai-sampai namanya menjadi identik dengan keadilan dalam budaya populer Tiongkok. Namun, taman aslinya tidak selamat dari gejolak abad ke-20 dan hancur total pada tahun 1950-an, sebelum akhirnya dibangun kembali sepenuhnya pada tahun 1995 di atas lahan yang diperluas seluas lebih dari 100.000 meter persegi, menjadikannya salah satu taman peringatan terbesar di Provinsi Guangdong saat ini.
Pesona sejati Baomo terletak pada perpaduan unik tiga unsur budaya: estetika istana Dinasti Qing, arsitektur dan seni taman tradisional wilayah Lingnan (Tiongkok selatan), serta karakter khas "kota air" Delta Sungai Mutiara. Perpaduan ini terlihat jelas dalam desain taman, yang dijalin oleh lebih dari 30 jembatan batu berukir halus yang menghubungkan paviliun dan koridor di atas kanal dan kolam tenang yang memantulkan atap melengkung di atasnya serta pohon bonsai berusia ratusan tahun. Jalur berliku membawa pengunjung dari satu halaman ke halaman lain dalam pengalaman kontemplatif yang perlahan.
Yang membedakan Baomo dari taman-taman Tiongkok serupa lainnya adalah kepadatan karya seni yang tersebar di dalamnya, termasuk patung tembikar dan porselen, ukiran batu bata dan batu, serta ukiran kayu halus yang menutupi dinding dan langit-langit paviliun. Puncaknya adalah mahakarya luar biasa yang dianggap sebagai karya seni paling terkenal di seluruh taman: relief porselen masif yang menggambarkan lukisan klasik Tiongkok terkenal "Sepanjang Sungai Saat Festival Qingming," dibuat dari 1.352 ubin porselen berwarna yang dikerjakan dengan halus, berukuran 62 meter panjang dan 2,9 meter tinggi — skala yang membuatnya masuk Guinness World Records sebagai karya terbesar jenisnya di dunia. Pengunjung juga sebaiknya singgah di Menara Perahu Naga, kompleks arsitektur bertema air yang didedikasikan untuk perahu naga tradisional.
Secara keseluruhan, taman ini memiliki lebih dari 40 titik pemandangan dan landmark, ditambah sekitar 10 aula pameran seni permanen. Bagi pecinta alam yang tenang, jalur taman yang teduh oleh pohon leci dan bambu menawarkan suasana ideal untuk berjalan santai jauh dari keramaian kota, terutama di musim semi ketika bunga teratai mekar di kolam-kolam.
Taman Baomo buka setiap hari dari pukul 8:30 pagi hingga 5:15 sore, dengan tiket masuk sekitar 54 yuan per orang. Taman ini terletak di sebelah taman saudaranya, Nanyue Yuan, yang menyediakan tiket gabungan bagi pengunjung yang ingin menjelajahi kedua tempat dalam satu hari. Mengingat jaraknya yang relatif jauh dari pusat kota Guangzhou, disarankan menyisihkan setidaknya setengah hari untuk kunjungan ini.
Bagi wisatawan mana pun yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk Guangzhou modern meski hanya sehari, Taman Baomo menawarkan perjalanan sungguhan ke masa lalu, di mana seseorang dapat berjalan-jalan dengan tenang di antara paviliun bersejarah dan mengagumi detail halus kerajinan tradisional Tiongkok.
Taman Baomo
⭐ —
(0 penilaian)
·
Beri nilai tempat ini:
Dunia mini arsitektur dan seni taman tradisional Tiongkok selatan di desa Zeni yang tenang, dengan lebih dari 30 jembatan batu dan relief porselen rekor Guinness.
📍 Dong'an Road, Zini Village, Shawan Street, Panyu District, Guangzhou
Tempat serupa
Zhujiang New Town
📍 Huacheng Avenue, Tianhe District, Guangzhou (320 meters walk from Exit C of Liede Subway Station)
Masjid Huaisheng
📍 56 Jalan Guangta, Distrik Yuexiu, Guangzhou
Huacheng Square (Alun-Alun Kota Bunga)
📍 Huacheng Square, Tianhe District, Guangzhou (200 meters walk from Exit A of Huangpu Avenue Subway Station)
Masjid Abu Waqqas
📍 210-11 Jalan Huanshi Barat, Distrik Yuexiu, Guangzhou
💬 Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama berbagi pengalaman!