Sarajevo adalah kota kompak yang daya tariknya bisa dinikmati dengan nyaman dalam tiga hari yang terencana, meski butuh sedikit pengaturan karena dua situs terpenting di luar pusat kota — Terowongan Harapan dan stasiun kereta gantung — memerlukan perhitungan waktu dan transportasi. Berikut rencana teruji yang memadukan pasar Ottoman dengan sejarah terkini dan alam sekitarnya.
Hari 1: Jantung kota tua (Baščaršija)
Mulailah dari Alun-Alun Sebilj, air mancur kayu Ottoman yang menjadi simbol tak resmi Sarajevo; struktur yang berdiri saat ini berasal dari 1891, ketika otoritas Austro-Hungaria membangunnya kembali di atas fondasi Ottoman abad ke-18, dan menurut legenda setempat siapa pun yang minum dari air mancur ini pasti akan kembali ke kota. Dari sana, jalan kaki ke Masjid Gazi Husrev-beg, masjid terbesar di Bosnia dan Herzegovina serta salah satu contoh terbaik arsitektur Ottoman di Balkan, dibangun pada abad ke-16 atas perintah Gazi Husrev-beg, cucu Sultan Ottoman Mehmed II dan gubernur Bosnia saat itu. Tepat di sebelahnya berdiri Menara Jam setinggi sekitar 30 meter. Habiskan sisa pagi di Kazandžiluk, jalan para pengrajin tembaga, tempat para perajin masih menempa tembaga dengan tangan menggunakan cara yang sama seperti berabad-abad lalu — tempat yang sangat baik untuk membeli oleh-oleh asli. Sisihkan waktu sore untuk mencicipi ćevapi khas Bosnia di salah satu restoran dekat jalan Bravadžiluk, lalu tutup hari dengan mengunjungi Vijećnica, balai kota bergaya Moor yang megah, yang telah dipugar sepenuhnya setelah hancur dilalap api saat pengepungan pada tahun 1990-an.
Hari 2: Terowongan Harapan — sejarah pengepungan dari dekat
Sisihkan setengah hari untuk mengunjungi Museum Terowongan Perang Sarajevo (Terowongan Harapan), yang terletak di lingkungan Butmir di selatan bandara Sarajevo, sekitar 20 menit berkendara atau naik taksi dari pusat kota. Terowongan sepanjang 800 meter ini digali di bawah landasan pacu bandara pada 1993 selama masa pengepungan, dengan tinggi tak lebih dari 1,6 meter dan lebar sekitar satu meter, dan ini adalah satu-satunya jalur penyelamat yang menghubungkan kota yang terkepung dengan dunia luar — makanan, obat-obatan, dan warga sipil semuanya melewatinya. Kini sekitar 20 meter terowongan asli dilestarikan untuk pengunjung, disertai pameran yang mendokumentasikan kisahnya dan film dokumenter singkat. Tiket masuk 20 KM, hanya tunai (kartu tidak diterima), dan jam buka April–Oktober pukul 08.30–17.30 (masuk terakhir 17.00) serta November–Maret pukul 09.00–16.00 (masuk terakhir 15.30). Sediakan 45–60 menit untuk kunjungan lengkap. Sore harinya, kembali ke kota dan berjalanlah melintasi Jembatan Latin, tempat pewaris takhta Austro-Hungaria dibunuh pada 1914 — sebuah lokasi penting dalam sejarah Eropa modern.
Hari 3: Kereta gantung Trebević dan dataran tinggi yang hijau
Tutup perjalanan Anda dengan naik kereta gantung Trebević, yang dibuka kembali pada 6 April 2018 (Hari Kota Sarajevo) setelah jalur aslinya, yang beroperasi sejak 1959, hancur selama perang. Sistem modern ini menggunakan 33 kabin yang mampu mengangkut hingga 1.200 penumpang per jam, dengan perjalanan sekitar sembilan menit setiap arah, dan stasiunnya mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari kota tua. Di puncak, Anda bisa berjalan di antara sisa-sisa lintasan bobsled Olimpiade Musim Dingin 1984, yang kini dipenuhi seni jalanan, dengan pemandangan panorama penuh ke lembah Sarajevo. Tiket pulang-pergi untuk wisatawan asing berkisar 30 KM. Jika masih ada waktu, jalur-jalur di sekitar puncak cocok untuk jalan santai sebelum turun kembali untuk makan malam terakhir di kota.
Tips transportasi praktis
Jaringan trem Sarajevo adalah tulang punggung transportasi di pusat kota, dengan tiket sekali jalan sekitar 2,20 KM atau tiket harian 7,10 KM. Berjalan kaki adalah cara terbaik untuk berkeliling Baščaršija itu sendiri, karena gang-gangnya sempit dan berbatu. Untuk mencapai Terowongan Harapan, taksi atau tur terorganisir lebih mudah dibanding transportasi umum mengingat jaraknya. Bawalah uang tunai yang cukup dalam mata uang convertible mark (KM), karena beberapa tempat — terutama museum terowongan — hanya menerima pembayaran tunai.