Kuwait termasuk destinasi paling minim hambatan bagi warga negara atau penduduk GCC mana pun, tetapi ada beberapa detail praktis dan budaya yang layak diketahui lebih dulu agar perjalanan Anda lancar sejak jam pertama.

Pertama, masuk hampir instan. Sejak Agustus 2025, warga negara dan penduduk seluruh negara GCC — Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, Oman, dan Kuwait sendiri — dapat memasuki Kuwait tanpa visa hanya dengan menunjukkan kartu identitas sipil GCC yang masih berlaku di perbatasan. Yang diperlukan hanyalah paspor berlaku lebih dari enam bulan sejak tanggal masuk; Anda mungkin juga diminta menunjukkan bukti akomodasi atau tiket kembali.

Kedua, akhir pekan Kuwait adalah Jumat-Sabtu, dengan hari kerja Minggu-Kamis — berbeda dari yang diharapkan sebagian wisatawan, dan ini langsung memengaruhi jam buka tempat wisata. Masjid Agung, misalnya, tidak menyelenggarakan tur untuk pengunjung non-Muslim di akhir pekan, hanya pada hari kerja dalam sesi pagi dan sore, dan hanya dengan pemesanan lebih dulu.

Ketiga, Kuwait sepenuhnya melarang alkohol — penjualan, konsumsi, dan kepemilikan — tanpa pengecualian, bahkan di hotel-hotel mewah. Pelanggaran dapat berujung sanksi berat termasuk deportasi, denda, atau penjara. Jangan mencoba membawa alkohol dalam jumlah berapa pun, sekecil apa pun itu.

Keempat, pakaian sopan diharapkan di tempat umum bagi pria maupun wanita: bahu, lengan, dan kaki tertutup, dengan pakaian longgar lebih disukai daripada ketat. Pria sebaiknya menghindari celana pendek dan atasan tanpa lengan di tempat umum. Bikini boleh dipakai di kolam renang hotel tetapi tidak di pantai umum.

Kelima, tampilan kemesraan di depan umum antar pasangan dipandang kurang baik secara sosial, dan perilaku keras atau agresif dinilai negatif. Jika kunjungan Anda bertepatan dengan Ramadan, hindari makan, minum, atau merokok di tempat umum pada siang hari sebagai penghormatan bagi yang berpuasa.

Keenam, hindari memotret gedung pemerintah, instalasi keamanan, bandara, dan infrastruktur minyak — hukum setempat memperlakukan ini sebagai masalah keamanan serius yang bisa berujung masalah nyata.

Ketujuh, dinar Kuwait adalah mata uang dengan nilai tukar tertinggi di dunia (satu dinar ≈ USD 3,26 ≈ sekitar SAR 12), jadi jangan terkecoh oleh angka kecil di menu — selalu konversikan ke nilai sebenarnya sebelum membeli.

Kedelapan dan terakhir, topik obrolan yang aman adalah keluarga, perjalanan, dan makanan, sementara politik, agama, dan kritik terhadap keluarga penguasa sebaiknya dihindari — sama seperti di sebagian besar kawasan Teluk. Dengan delapan poin ini di kepala, Anda akan merasakan Kuwait sebagai perjalanan yang dekat, mudah, dan nyaman secara budaya bagi pengunjung mana pun dari Teluk.