Semakin banyak perempuan memilih bepergian sendiri setiap tahun, baik untuk menemukan jati diri maupun sekadar menikmati kebebasan menentukan destinasi dan ritme perjalanan sendiri tanpa perlu berkoordinasi dengan siapa pun. Bepergian sendiri bukan berarti mengabaikan keselamatan — artinya merencanakannya dengan cerdas sejak langkah pertama. Berikut panduan praktis berdasarkan pengalaman para traveler solo di seluruh dunia.

1. Pilih destinasi berdasarkan data nyata, bukan sekadar kesan

Menurut Women, Peace and Security Index 2025-26, Denmark menempati peringkat negara teraman bagi traveler perempuan solo, diikuti Islandia, Norwegia, Swedia, dan Finlandia, berkat tingkat kejahatan rendah dan infrastruktur publik yang andal. Irlandia, Swiss, Portugal, Kanada, Jepang, Singapura, dan Selandia Baru juga memiliki reputasi kuat dalam keamanan wisatawan, keandalan transportasi, dan akses layanan kesehatan. Apa pun destinasi Anda, selalu cari pengalaman nyata dari perempuan yang pernah ke sana, bukan hanya peringkat umum.

2. Bagikan itinerary Anda kepada orang yang dipercaya

Kirim detail pemesanan, nomor penerbangan, dan alamat akomodasi kepada teman atau keluarga, dan tetapkan jadwal check-in rutin — pesan singkat setiap hari sudah cukup. Aplikasi berbagi lokasi langsung adalah opsi tambahan yang baik, terutama pada hari-hari pertama di tempat baru.

3. Pilih akomodasi dengan cermat

Baca ulasan khususnya dari sudut pandang traveler perempuan solo, cari hostel atau hotel yang menawarkan kamar atau lantai khusus perempuan bila tersedia, dan utamakan akomodasi dekat transportasi umum yang terang benderang dibanding area terpencil, meski sedikit lebih mahal.

4. Rencanakan waktu kedatangan

Usahakan tidak tiba di destinasi baru larut malam. Jika tidak terhindarkan, atur transportasi tepercaya terlebih dahulu (melalui hotel atau aplikasi yang dikenal) daripada mencari taksi sembarangan begitu tiba.

5. Pelajari norma lokal sebelumnya

Pakaian yang pantas dan perilaku sosial sangat bervariasi antar destinasi. Beberapa tempat — terutama sebagian Timur Tengah, Afrika Utara, dan wilayah tertentu di Asia — membutuhkan kehati-hatian ekstra karena hukum lokal dan norma budaya. Mengetahui detail ini sebelum bepergian membantu Anda menghindari situasi canggung dan lebih mudah membaur.

6. Gunakan transportasi khusus perempuan jika tersedia

Banyak kota di dunia menyediakan gerbong kereta atau bus khusus perempuan pada jam sibuk (Jepang, India, dan Mesir termasuk di antaranya) — pilihan kenyamanan praktis tambahan, bersama aplikasi transportasi yang memungkinkan berbagi detail perjalanan secara otomatis dengan kontak tepercaya.

7. Jangan tampilkan kemewahan

Hindari perhiasan mencolok atau tas tangan yang jelas mahal, dan bawa dompet "cadangan" berisi sedikit uang tunai dan salinan identitas, terpisah dari uang dan dokumen utama Anda, untuk berjaga-jaga jika terjadi situasi tak terduga.

8. Selalu percaya pada insting Anda

Jika ada yang terasa tidak beres tentang seseorang, tempat, atau situasi, segera pergi tanpa ragu atau khawatir dianggap tidak sopan. Sebagian besar traveler solo berpengalaman sepakat bahwa insting adalah alat keselamatan sungguhan, bukan sekadar perasaan sesaat.

9. Simpan salinan dokumen Anda

Simpan salinan digital (di email aman atau cloud) dan salinan kertas paspor, visa, dan polis asuransi, terpisah dari aslinya. Ini mempercepat proses apa pun di kedutaan jika terjadi kehilangan atau pencurian.

10. Miliki asuransi perjalanan dan kesehatan yang komprehensif

Asuransi perjalanan yang mencakup keadaan darurat medis, evakuasi, dan pembatalan perjalanan adalah detail yang sering diabaikan banyak orang, padahal ini jaring pengaman sungguhan jika terjadi masalah kesehatan atau keamanan jauh dari rumah.

11. Pelajari beberapa frasa dasar dalam bahasa lokal

Frasa sederhana seperti "tolong," "saya butuh bantuan," atau arah dasar mampu menembus hambatan komunikasi di momen kritis, dan juga meninggalkan kesan baik di mata penduduk lokal.

Pada akhirnya, perjalanan solo bagi perempuan bukanlah langkah nekat, melainkan keputusan sadar yang dibangun atas persiapan matang. Jutaan perempuan melakukannya dengan sukses setiap tahun, dan perbedaannya selalu terletak pada perencanaan cerdas, bukan sekadar keberuntungan.