Muscat tampak seperti kota modern, tetapi identitas budayanya berakar pada sejarah maritim dan keagamaan yang khas, membedakan Oman dari negara-negara tetangga Teluknya.

Ibadisme: mazhab khas di kawasan ini

Sebagian besar warga Oman menganut Islam Ibadi, sebuah cabang yang independen dari tradisi Sunni maupun Syiah, berasal dari sejarah awal Islam, secara historis dicirikan oleh sistem "Imamah" yang menggabungkan kepemimpinan agama dan politik dalam sosok Imam yang dipilih oleh para ulama, sebelum sistem tersebut kemudian berkembang menjadi kesultanan turun-temurun. Keunikan doktrin ini menjadikan Oman kasus unik di kawasan Teluk, tercermin dalam nada keagamaan yang umumnya moderat dan koeksistensi historis dengan minoritas agama lain di dalam kesultanan.

Warisan maritim yang menjangkau Afrika

Oman, dipimpin dari Muscat, adalah kekuatan angkatan laut regional yang menonjol sejak abad ke-17 setelah pengusiran Portugis, dan pengaruh maritim serta perdagangannya meluas hingga pesisir Afrika Timur — bahkan para sultan Oman sempat memindahkan ibu kota mereka ke Zanzibar pada abad ke-19. Warisan itu masih terlihat di Muscat hari ini melalui pengaruh arsitektur, kuliner, bahkan bahasa (kata-kata Swahili yang masuk ke dialek Oman) yang terlihat di lingkungan seperti Muttrah.

Sultan Qaboos: arsitektur modern dan identitas

Sultan Qaboos bin Said memerintah Oman dari 1970 hingga wafatnya pada 2020, mengubah negara ini dari isolasi hampir total menjadi negara modern, dengan komitmen jelas untuk menanamkan identitas Oman tradisional ke dalam arsitektur baru alih-alih mengimpor gaya asing sepenuhnya. Ini terlihat jelas dalam desain Masjid Agung Sultan Qaboos dan Gedung Opera Kerajaan, yang memadukan detail Oman asli (kubah, pintu berukir) dengan teknik konstruksi modern.

Kerajinan tradisional yang masih hidup

Khanjar Oman (belati seremonial bersarung melengkung yang khas) masih dibuat tangan di bengkel-bengkel di dalam dan sekitar Pasar Muttrah, dan dianggap simbol nasional yang bahkan muncul di bendera dan lambang resmi Oman. Kerajinan perak, yang diwariskan dalam keluarga tertentu, masih menghasilkan perhiasan dan barang logam yang dijual di pasar yang sama.

Bahasa dan keragaman

Selain bahasa Arab, jalanan Muscat menyimpan dialek lokal yang dipengaruhi Swahili, Baluchi, dan Urdu mengingat keragaman penduduk historis dan saat ini kota tersebut, terutama di distrik komersial yang lebih tua — keragaman yang mencerminkan posisi historis Oman sebagai persimpangan antara Semenanjung Arab, Afrika Timur, dan Asia Selatan.

Lapisan-lapisan sejarah ini secara bersama-sama memberi Muscat karakter yang berbeda dari ibu kota Teluk lainnya, meski ada kemiripan permukaan dalam arsitektur modern.