Sebelum menjadi kota terbesar kelima di Arab Saudi dan ibu kota administratif serta industri Provinsi Timur, Dammam hanyalah sebuah desa nelayan kecil. Pada 1923, anggota suku Al-Dawasir, dengan izin Raja Abdulaziz Al Saud, mendirikan permukiman di lokasi kota modern saat ini. Kehidupan para pemukim paling awal berpusat pada perdagangan tradisional yang terkait dengan pesisir Teluk Arab: menangkap ikan dan menyelam mutiara, dua aktivitas yang membentuk perekonomian wilayah ini sebelum era minyak.
Segalanya berubah begitu eksplorasi minyak dimulai. Pada 1933, pemerintah Saudi menandatangani perjanjian konsesi dengan California Arabian Standard Oil Company (CASOC), yang kemudian menjadi Saudi Aramco, dan operasi pengeboran dimulai untuk mencari minyak di wilayah tersebut. Setelah bertahun-tahun percobaan, terobosan besar terjadi pada 3 Maret 1938, ketika minyak mengalir dalam jumlah komersial dari sumur yang dikenal sebagai "Dammam No. 7," yang kemudian dijuluki "Sumur Kemakmuran," terletak di bukit yang dikenal sebagai Jabal Dhahran. Momen itu menandai titik balik bersejarah, mengubah Arab Saudi dari masyarakat agraris dan pastoral menjadi bangsa yang berada di ambang kebangkitan ekonomi yang digerakkan oleh energi.
Dammam No. 7 terus berproduksi selama beberapa dekade, hingga secara resmi dihentikan produksinya pada 1982, setelah 45 tahun berturut-turut yang menghasilkan lebih dari 32 juta barel minyak dengan rata-rata harian sekitar 1.600 barel. Kini sumur tersebut berdiri sebagai tonggak bersejarah di dalam museum yang dikelola Aramco, mendokumentasikan momen yang mengubah seluruh arah negara ini.
Dampak ekonomi dari penemuan ini bersifat langsung dan sangat besar. Hanya dalam tiga dekade, desa yang tenang di pesisir Teluk berubah menjadi ibu kota regional modern, dengan bangunan beton, jalan raya, dan jalanan menggantikan gubuk-gubuk nelayan yang tersebar di sepanjang pantai. Dammam menjadi pusat administratif Provinsi Timur dan basis utama industri minyak Saudi. Kini kota ini menjadi rumah bagi King Abdulaziz Port, pelabuhan terbesar di pesisir Teluk Arab, dan Bandara Internasional King Fahd, salah satu bandara terbesar di dunia dari segi luas lahan, dan merupakan bagian dari kawasan perkotaan industri bersama Khobar dan Dhahran yang kini melebihi 2,8 juta penduduk.
Mungkin simbol paling mencolok dari transformasi yang terus berlanjut ini adalah King Abdulaziz Center for World Culture (Ithra) di Dhahran yang bertetangga, dibuka pada 2016 sebagai investasi jangka panjang Aramco untuk masa depan pasca-minyak, mengubah wilayah tempat kekayaan emas hitam bermula menjadi mercusuar budaya regional. Dari desa nelayan yang tenang, menjadi ibu kota industri, lalu menjadi pusat budaya yang ambisius — kisah Dammam, pada intinya, adalah kisah Arab Saudi modern itu sendiri.
💬 Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama berbagi pengalaman!