Bepergian ke Tiongkok berbeda dari destinasi Asia lain yang mungkin sudah biasa dikunjungi wisatawan Teluk — bukan karena sulit, tetapi karena "aturan main" digital dan administratifnya berbeda. Berikut tujuh poin terpenting yang perlu dipahami terlebih dahulu.
Pertama, visa: sejak Juni 2025, Tiongkok membebaskan pemegang paspor biasa Arab Saudi dari persyaratan visa hingga 30 hari per kunjungan, untuk wisata, bisnis, kunjungan keluarga, dan transit, dan pembebasan ini telah diperpanjang hingga akhir Desember 2026 menurut pengumuman resmi terbaru. Aturan yang sama berlaku bagi warga negara Bahrain, Kuwait, dan Oman. Meski begitu, selalu periksa situs resmi Kedutaan Besar Tiongkok tepat sebelum Anda berangkat, karena kebijakan uji coba ini bisa berubah.
Kedua, pembayaran digital: Tiongkok adalah ekonomi yang hampir sepenuhnya nirtunai, bahkan di toko kelontong kecil dan gerobak jajanan kaki lima. Dua aplikasi utama adalah Alipay dan WeChat Pay, dan keduanya kini memungkinkan penautan langsung kartu Visa dan Mastercard asing, dengan batas transaksi sekitar 5.000 dolar AS bagi wisatawan terverifikasi. Siapkan salah satu aplikasi ini sebelum perjalanan atau segera setelah tiba — mengandalkan uang tunai saja atau kartu tradisional akan membuat kehidupan sehari-hari jauh lebih sulit.
Ketiga, internet dan Great Firewall: Google dalam segala bentuknya (termasuk Google Maps dan Gmail), WhatsApp, Instagram, dan YouTube diblokir di dalam Tiongkok. Solusi termudah saat ini bukan VPN, melainkan membeli eSIM internasional sebelum perjalanan, karena data roaming internasional tidak terkena blokir yang sama, sehingga Anda tetap terhubung ke aplikasi biasa tanpa komplikasi.
Keempat, bahasa: bahasa Inggris terbatas di luar hotel besar dan mal, sehingga aplikasi terjemahan kamera langsung (seperti penerjemah bawaan WeChat) praktis penting, terutama di pasar lokal dan restoran.
Kelima, makanan halal: meskipun Tiongkok bukan negara Muslim, komunitas Muslim yang nyata (Hui dan Uighur) ada di hampir setiap kota besar, dengan masjid dan restoran halal yang ditandai aksara "清真". Selalu cari lewat Baidu Maps atau Amap, dan jangan pernah berasumsi suatu hidangan "terlihat" aman.
Keenam, peta dan aplikasi: Google Maps tidak berfungsi akurat di dalam Tiongkok — gunakan Amap atau Baidu Maps sebagai gantinya, dan unduh aplikasi Didi untuk transportasi alih-alih Uber.
Ketujuh, bea cukai saat pulang: jika Anda berencana berbelanja di pasar seperti Huaqiangbei di Shenzhen, periksa aturan bea cukai Saudi untuk elektronik, drone, dan baterai sebelum membeli dalam jumlah besar. Dengan merencanakan ketujuh poin ini terlebih dahulu, Anda akan menghemat banyak frustrasi di 24 jam pertama perjalanan Tiongkok Anda.
💬 Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama berbagi pengalaman!