Koleksi yang selamat dari penjarahan perang — manuskrip Arab-Somali, perhiasan perak, pelana unta, dan alat kehidupan nomad — kini ditata kembali sebagai upaya negeri merebut ingatannya sendiri. Kecil, tapi tiap benda di dalamnya adalah penyintas.
Tips: jam buka berubah-ubah — pastikan via pendamping sebelum datang; kuratornya (bila ada) senang menceritakan kisah penyelamatan koleksi, tanyalah.
💬 Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama berbagi pengalaman!