Chefchaouen didirikan pengungsi muslim Andalusia — dan kampung tertuanya masih menganyam warisan itu: pintu-pintu lengkung ganda ala Granada, bengkel tenun wol jubah jellaba bergaris khas Rif, dan souk Senin-Kamis tempat perempuan gunung bertopi pompom menjual hasil bumi. Belanja di sini menghidupi pengrajin langsung.
Tips: selimut dan jubah wol tenunan tangan adalah oleh-oleh khas yang tak ada di kota lain; hari pasar (Senin/Kamis) pagi adalah Chefchaouen paling autentik.
💬 Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama berbagi pengalaman!