Sejak abad ke-14 gang-gang pasar ini bersinar dengan lampu tembaga, kotak tatah mutiara, dan gunungan rempah — dunia Seribu Satu Malam yang masih berdagang sungguhan. Kafe El-Fishawy yang buka nonstop dua abad adalah tempat sastrawan Nobel Naguib Mahfouz dulu menulis.

Tips: tawar mulai sepertiga harga dengan senyum — itu bagian dari permainannya; teh mint di El-Fishawy sambil menonton lalu-lalang adalah ritual wajib, malam hari pasarnya paling hidup.