"Di musim semi, Tipasa dihuni para dewa" — tulis Albert Camus tentang reruntuhan Romawi yang berserak di tanjung hijau menghadap laut paling biru di pesisir ini. Forum, teater, dan basilika berdiri di antara pinus dan absinth liar, dengan Gunung Chenoua melatarinya.
Tips: 70 km dari Aljir — gabungkan dengan Mausoleum Kerajaan Mauritania (piramida bundar misterius) di bukit seberang; makan siang ikan di pelabuhan kecil Tipaza melengkapi harinya.
💬 Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama berbagi pengalaman!